Beranda

judul kegiatan
Pemantauan Kualitas Air Tanah Cekungan Air Tanah Jakarta

Perkembangan wilayah Cekungan Air Tanah Jakarta yang pesat pada setiap sektor kehidupan menyebabkan pesatnya juga perkembangan pembangunan dan industri di daerah tersebut. Adanya kegiatan pembangunan dan industri yang memanfaatkan air tanah tidak pada semestinya serta pembuangan limbah hasil industri yang tidak mempertimbangkan keseimbangan lingkungan dan tidak mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah akan  menyebabkan penurunan kualitas air tanah pada daerah sekitar. Maka perlu dilakukan pemantauan kualitas air tanah di wilayah CAT Jakarta untuk mengetahui wilayah mana saja yang kualitas air tanahnya bagus serta selanjutnya dapat dijaga kelestariannya. Selain itu didapatkan pula informasi data lokasi air tanah yang tercemar sehingga dapat dijadikan database awal untuk melakukan konservasi air tanah.

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperoleh data kualitas air tanah di CAT Jakarta yang selanjutnya akan diolah menjadi suatu informasi air tanah yang spesifik dan tematik.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah agar informasi air tanah ini dapat menjadi dasar penyusunan zona konservasi air tanah dan bahan pertimbangan dalam pengelolaan air tanah di CAT Jakarta.

  1. Pelaksanaan
  1. Metode Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun yang meliputi pengumpulan data sekunder ke dinas/ instansi yang terkait, pengumpulan data primer di lapangan, pengujian kualitas air tanah di laboratorium air dan penyusunan laporan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara swakelola.

  1. Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pemantauan Kualitas Air Tanah CAT Jakarta dilaksanakan dalam 4 (empat) area yang berbeda sebagai berikut:

  1. Area I meliputi Kab. Bekasi dan sebagian Jakarta
  2. Area II meliputi Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan sebagian Jakarta
  3. Area III meliputi Kota Tengerang Selatan, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta
  4. Area IV meliputi Kota Bekasi, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta

1. Pengamatan lapangan [peta lokasi] [hasil pemantauan]

2. Pengujian Laboratorium [peta sampling] [hasil laboratorium]

3. parameter pengujian [link]

 

Pemantauan Kuantitas Air Tanah Cekungan Air Tanah Jakarta

Wilayah Cekungan Air Tanah Jakarta merupakan daerah dengan tipologi sistem akuifer yang mempunyai potensi air tanah yang baik. Akuifer yang berada pada daerah – daerah pematang pantai umumnya memiliki potensi air yang melimpah karena berada pada sistem akuifer dengan litologi seperti pasir. Pengambilan air tanah untuk keperluan masyarakat sehari-hari serta kebutuhan industri harus sesuai dengan kuantitas air tanah pada daerah tersebut, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar seperti kekurangan air dan terjadinya amblasan tanah (land subsidence) karena  pengambilan air yang berlebihan. Selain itu dampak dari pengambilan air yang tidak sesuai (berlebihan) dengan kuantitas air pada suatu wilayah akan menyebabkan terjadinya krisis air pada wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan kuantitas air tanah untuk dapat mengetahui kondisi muka air tanah akibat pengambilan air tanah serta untuk mengetahui potensi dari air tanah di wilayah Cekungan Air Tanah Jakarta.

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperoleh data kuantitas air tanah di CAT Jakarta yang selanjutnya akan diolah menjadi suatu informasi air tanah yang spesifik dan tematik.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah agar informasi air tanah ini dapat menjadi dasar penyusunan zona konservasi air tanah dan bahan pertimbangan dalam pengelolaan air tanah di CAT Jakarta.

  1. Pelaksanaan
  1. Metode Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun yang meliputi pengumpulan data sekunder ke dinas/ instansi yang terkait, pengumpulan data primer di lapangan, dan penyusunan laporan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara swakelola.

  1. Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pemantauan Kuantitas Air Tanah CAT Jakarta dilaksanakan dalam 4 (empat) area yang berbeda sebagai berikut:

  1. Area I meliputi Kab. Bekasi dan sebagian Jakarta
  2. Area II meliputi Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan sebagian Jakarta
  3. Area III meliputi Kota Tengerang Selatan, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta
  4. Area IV meliputi Kota Bekasi, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta
Pemantauan Penurunan Tanah pada Cekungan Air Tanah Jakarta

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (DKI) sebagai salah satu kota besar sekaligus pusat pemerintahan di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dalam bidang infrastruktur.Akan tetapi dengan pembangunan yang semakin meningkat menimbulkan konsekuensi negatif, salah satunya terjadinya penurunan muka lahan (land subsidence). Oleh sebab itu, perkembangan yang sekarang terjadi sebaiknya didukung juga oleh pemanfaatan berbagai ilmu yang berkaitan. Sebagai contoh pemanfaatan ilmu geologi teknik dalam pembangunan infrastruktur. Pesatnya perkembangan di Jakarta menyebabkan kebutuhan air untuk keperluan masyarakat sehari-hari serta kebutuhan industri semakin meningkat. Namun pemakaian yang tidak sesuai dengan kuantitas dan kualitas air tanah pada daerah tersebut, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar seperti kekurangan air dan terjadinya amblasan tanah (land subsidence) karena  pengambilan air yang berlebihan. Selain itu dipengaruhi pula oleh factor kompaksi alamiah batuan karean diwilayah CAT Jakarta bagian Utara didominasi oleh litologi yang belum terkompaksi dengan baik. DItambah dengan banyaknya gedung bertingkat yang berpengaruh juga terhadap laju penurunan tanah secara lokal. Oleh karena itu perlu melakukan pemantauan penurunan tanah untuk mengetahui tingkat penurunan muka tanah di CAT Jakarta.

  1. Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh data ketinggian muka tanah di CAT Jakarta yang selanjutnya akan diolah menjadi informasi geologi yang spesifik dan tematik.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah agar informasi penurunan muka tanah dapat menjadi dasar pengelolaan air tanah dan tata guna lahan di wilayah CAT Jakarta.

 

  1. Pelaksanaan
  1. Metode Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun yang meliputi pengumpulan data sekunder ke instansi yang terkait, pengukuran dan pengumpulan data primer di lapangan, dan penyusunan laporan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara swakelola.

  1. Tahapan Kegiatan

Kegiatan Pemantauan Penurunan Tanah pada CAT Jakarta dilaksanakan dalam 4 (empat) area yang berbeda sebagai berikut:

  1. Area I meliputi Kab. Bekasi dan sebagian Jakarta
  2. Area II meliputi Kota Tangerang, Kab. Tangerang dan sebagian Jakarta
  3. Area III meliputi Kota Tengerang Selatan, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta
  4. Area IV meliputi Kota Bekasi, sebagian Kota Depok dan sebagian Jakarta
Sumur Pantau Telemetri

Pengamatan data kualitas dan kuatitas air tanah secara berkala melalui sistem automatic water level  record (AWRL) yang mengunakan teknologi telemetry.

1. Lokasi sumur pantau [link]

2. Logger data sumur pantau [link]

3. Grafik kedalaman muka air tanah [link]

Pemgeboran Inti (Log Bore)

Pemgeboran Inti (Log Bore) untuk mengetahui deatil batuan di bawah permukaan tanah

Lokasi pemgeboran inti (link)