Groundwater Quality Assesment of Unconfined Aquifer System for Suitable Drinking Determination at Northern Jakarta Groundwater Basin

Penulis: 
Tantowi Eko Prayogi, Faizal Abdillah, Enda Mora Nasution, Janner Rahmat Nababan, Mochamad Wachyudi Memed dan Arief Daryanto
Air tanah pada akuifer tidak tertekan merupakan salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air di kalangan masyarakat, terutama orang-orang dengan pendapatan rendah. Cekungan Air Tanah Jakarta bagian utara merupakan wilayah yang sebagian masyarakatnya masih menggunakan air tanah dari sumur gali dan sumur pantek untuk keperluan minum, mandi dan mencuci. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lokasi mana saja yang memiliki kualitas air tanah baik dan kualitas air tanah buruk dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Pengamatan dilakukan tahun 2015 pada 37 lokasi yang terdiri dari sumur gali dan sumur pantek dengan menggunakan parameter fisika dan kimia air tanah seperti Mn, Fe, Na, Cl, SO4, NH4, Pb, Zn. Hasil analisis dan pengamatan menunjukkan bahwa wilayah Utara Cekungan Air Tanah Jakarta secara umum memiliki nilai pH sekitar 4,92 - 8,27, DHL 151 – 5744 µS, TDS 104 - 3832 mg/L, Mn 0 – 5,25 mg/L, Fe 0 – 6,31 mg/L, Na 6,7 – 1032,6 mg/L, Cl 8 – 1295,9 mg/L, SO4 0 – 555 mg/L, NH4 0 – 20 mg/L, dan Pb 0 – 0,04 mg/L. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa air tanah tidak tertekan pada lokasi penelitian hanya 18,9% sample saja yang memenuhi standar baku mutu air minum yang disyaratkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sedangkan 81,1% tidak memenuhi standar akibat adanya pengaruh pencemaran limbah ataupun kontaminasi air asin. Untuk itu kami menyarankan kepada masyarakat agar melakukan pengolahan air sebelum digunakan untuk keperluan minum, sedangkan untuk wilayah yang sudah sangat buruk kualitas airnya agar mencari alternatif lain seperti pembelian air kemasan dan PAM (perusahaan air minum) untuk pemenuhan kebutuhan air minum. Kata Kunci : Akuifer tidak tertekan, Cekungan Air Tanah Jakarta, Kualitas air tanah, Hydrogeochemical.
Penerbit: 
Perhimpunan Ahli Air Tanah Indonesia (PAAI)
Tanggal terbit: 
Wednesday, December 7, 2016